ey...hey...di sini lho tempat kang daus lahir, tumbuh dan berkembang menjadi sesuatu yang gak bisa di bilang biasa....apaan yach???he.he. ahma rembang
ey...hey...di sini lho tempat kang daus lahir, tumbuh dan berkembang menjadi sesuatu yang gak bisa di bilang biasa....apaan yach???he.he. ahma rembangTiada yang patut redaksi ucapkan selain rasa puji syukur atas terbitnya buletin Firdaus edisi 19 tahun ke 4 ini. Hampir 1 bulan lebih redaksi bergelut dengan berbagai kesulitan, ketegangan dan ketergesaan dalam penerbitan kali ini. Yup, selain masalah manajerial yang sering sekali bertemu dengan jalan buntu yang sangat melelahkan, namun dengan itulah yang membuat kami berkeyakinan dapat lebih baik ke depan. Eh ya tak lupa redaksi mengucapkan selamat kepada kakak-kakak kelas XII dan adik-adik kelas IX yang telah melewati momok yang paling di tunggu-tunggu apalagi kalau bukan Ujian akhir Nasional (UAN), moga aja pada lulus semua! amien....
Yup lanjut yach...untuk edisi kali ini kami mengangkat tema masalah kebudayaan. Mengingat kebudayaan yang kita miliki, yang merupakan warisan nenek moyang kita, kini semakin terlupakan. Lebih parahnya lagi kita tidak tahu kalau sudah kecolongan aset budaya tersebut. Mulai dari arca di museum solo, lagu-lagu daerah sampai ideologi kitapun ikut dicuri. Akhirnya kita kehilangan kepribadian yang ketimuran, yang sangat dikenal halus, ramah dan sopan. Kini sudah luntur dan mungkin akan segera tergantikan, jika kita tetap terlena dengan waktu dan nggak mau peduli.
Lanjut ke rubrik, kali ini kami menyajikan iSU-iSU anget dengan topik dibangunnya PKM di lingkungan pesantren tercinta kita ini, next ada coleteh temen-temen seputar kebudayaan pada rubrik Suara Mereka. Pokoknya masih banyak seputar hal baru yang kita angkat, makanya buruan baca dech!!!
Akhir kalam, mari kita amankan segala aset budaya indonesia agar tidak dicuri lagi dan mari bersama-sama kita tingkatakan pengetahuan intelektual kita terlebih pada kebudaya yang selama ini hanya kita pandang sebelah mata. Tak lupa redaksi selalu menanti saran kritik dan masukan dari sobat daus semua agar buletin tercinta kita ini dapat lebih baik. Matur Nuwun.
Viva and Long Live Fird@us!!!
Diterbitkan oleh :
ISRU putra Dep. Penerangan & Dakwah 07/08
Pelindung :
Bpk. Drs. K.H. M. Humam Suyuthi MHI
Penanggung Jawab :
M. Nafi’
Pemimpin Redaksi :
Ahmad Humam
Wakil Pem-red :
Abdul Ghoni
Sekertaris :
Salim, M. Fahdi
Keuangan & administrasi :
Amaruddin
Editing :
Abrori
Redaktur Pelaksana :
Ah. Firdaus, Daviq Rizka Falachi, Adam Isnan, Robert Firdaus, Syul el Ma’moen, Abu Hasan, M. Arifin.
Reportase :
Afif Afandi
Lay-out & Setting :
Johan Masrukan
Ilustrator :
Abi
Dokumentasi & Pustaka :
Suro Harwoto, Mirza Ghulam.
Marketing :
Miftahul Huda, Shodiqin, Taufiqurrahman, Damanhuri (Rembang)
Alamat Redaksi :
Gedung warna-warni Lnt. IV kantor ISRU Putra Telp : 0295-471701
E-mail :
Http:
www.firdausypru.blogspot.com
FS :
www.friendster.com/buletinfirdaus
Gambar-gambar kaligrafi
Assalamu’alaikum, Prend Firdaus……!
Waaah, Fird@us tambah punky nieh ! Kulo ndongakake mugo-mugo tambah maju n’ tambah kreatip (amiiin). Nyuwun sewu, kulo badhe matur ugi usul, pripun yen Fird@us dilengkapi dengan karya tulis Bahasa Arab, ugi gambar-gambar kaligrafi. Supados katon luwih islami, gitchu! Wes yo. Eh ojo lali lelucone di tambahi, OK !
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Badrun
Eks-preman Pulogadhung
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Wah, matursuwun sanget do’anipun, prend. Lha about masukan panjenengan, redaksi bakalan mempertimbangkan dengan serius usul cespleng menika. Ditunggu mawon nggih !
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Nggak Seperti Biasanya
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ehm… Ehm… Hallo semua sobat crew Daus! moga aza tetap eksis selalu.
Aku punya dikit pertanyaan buat crew-crew Fird@us nih. Kelihatannya penerbitan buletin Daus kok sedikit aneh dibandingkan tahum-tahun kemaren? Dan pengedarannya pun kagak seperti biasanya. Apa ada yang kagak beres ?
Salam buat Daus.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
M. Aniq. S
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hallo juga Aniq ! bukannya aneh, tapi emank kudu berbeda dong ama tahun kemaren. Coz hidup kan penuh dengan dinamika perubahan. Masa’ stagnan trus nggak ada perbaikan. So, ya gitu dech….!!
Tema yang Up to Date
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dear Fird@us, I mau nimbrung usul nih, gimana kalau tema yang di usung tiap penerbitan si Daus itu tema dari masa depan, biar kalau terbit si Daus tetap up to date. Dah dulu ya. Moga Firdaus tetap murah.
Wa’alaikum salam Wr. Wb.
Abu Wahid Arjuna
Assalamualaikum Wr. Wb
Yup untuk masalah tema redaksi udah berusaha untuk menyajikan yang up to date, tapi kadang prediksi kami mleset, coz setelah masuk dapur editor, proses setting dan cetaknya butuh waktu yang nggak sedikit. Harap maklum yach… !!
Wa’alaikum salam Wr. Wb.
Rubrik Bahasa Mandarin
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sejak sekolah di RU, saya udah jadi langganan kamu lho! Ternyata setelah saya amati, di setiap edisinya Fird@us makin tambah lengkap, smart, dan makin seksi aja deh. Trus kalau boleh usul, gimana kalau di buletin kesayangan kita ini terdapat rubrik bahasa mandarin. Tentunya Fird@us bakalan tambah ces lagi donk, OK!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Regard, Sociality “Dj@n”
Assalamualiakum Wr. Wb
Oke. Akan kami pertimbangkan dech…!!
Wa’alaikum salam Wr. Wb.
Bagi negara yang posisinya diantara lempeng bumi, seperti Jepang, gempa bumi merupakan suatu gangguan yang hampir setiap hari terjadi. Untuk itu, diperlukan sistem peringatan dini yang bisa diakses semua orang sebelum gempa terjadi. Yup untuk menindaklajuti masalah ini, Citizen, produsen jam asal Jepang, menangkap peluang ini dengan menciptakan sebuah jam tangan dan jam dinding analog pendeteksi gempa yang di beri nama seismic watch.
Peranti tersebut. Di dalamnya, terdapat receiver EEW (early earthquake warning). EEW merupakan sinyal early warning system gempa bumi yang telah lama diterapkan di Jepang. Sistem sinyal itu dikelola Lembaga Meteorologi Nasional. Sinyal tersebut dipancarkan oleh lebih dari seratus stasiun pemantau gempa yang tersebar di seluruh negara tersebut. Dalam keadaan normal, Seismic Watch berfungsi layaknya jam tangan biasa. Namun, ketika tiba-tiba menangkap sinyal EEW, ia akan langsung menghitung besarnya gempa dan interval waktu hingga gempa datang. Perhitungan ini berdasar data lokasi di mana jam sedang dipakai pemiliknya. Setelah menghitung, jam tersebut langsung memperingatkan pemiliknya lewat bunyi alarm dan getaran. Putaran jarum jamnya akan makin cepat sesuai dengan intensitas perkiraan gempa. Sementara itu, jarum menit dan jarum detiknya akan memulai countdown hingga gempa benar-benar tiba. Rencananya, Seismic Watch akan dipasarkan pada 2010. Belum ada harga resmi yang dikeluarkan untuk format jam tangan. Sedangkan yang berbentuk jam dinding mungkin akan dijual seharga USD 170 atau sekitar Rp 1,6 juta. So, apakah jam ini tepat jika dipasarkan di Indonesia yang mana melihat secara geografis Indonesia juga termasuk daerah lempeng bumi yang sering terserang oleh gempa? kita lihat saja nanti.
WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Oleh : ahma antah berantah
Akhir-akhir ini wajah transportasi Indonesia sedang suram, akibat beberapa kecelakaan transportasi yang terjadi beruntun di dalam negeri. Seolah musibah ini datang silih berganti, baik itu transportasi udara, darat, maupun laut. Korban jiwa yang jatuh dalam satu tahun terakhir ini pun tidak bisa dibilang sedikit. Kebutuhan akan transportasi yang aman dan nyaman merupakan hal penting dan sangat mendesak yang harus diperhatikan pemerintah. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 10.000 pulau yang saling berdekatan. Dan tentu saja memiliki kebutuhan alat transportasi antar pulau yang tinggi. Saat ini kegiatan mobilitas penduduk antar pulau hanya dilayani dengan kapal laut dan pesawat udara. Selain kedua alat transportasi ini, apakah ada alternatif lain?
Dari segi waktu tempuh, jelas pesawat udara jauh lebih unggul dari kapal laut. Namun untuk jarak dekat, misalnya untuk penyeberangan antar pulau, kapal laut lah pilihan yang tepat. Tapi coba kalian pikirkan, mungkinkah kita menggabungkan keduanya? Maksudnya, mungkinkah kita dapat menciptakan kapal laut yang bersayap dan dapat terbang? Jawabnya adalah sangat mungkin!
Kapal bersayap adalah pesawat terbang yang sengaja dirancang untuk terbang rendah. Tujuannya adalah untuk mendapatkan efek permukaan (ground effect) yang berguna untuk menambah gaya angkat. Ternyata kendaraan ini sudah ada dan biasa dikenal dengan nama Wing in Ground/Surface Effect (WiGE atau WiSE). Jika dibandingkan dengan kapal laut, WiSE memiliki beberapa keunggulan yaitu meniadakan gaya hambat dari air laut dikarenakan kendaraan ini berada beberapa centi diatas permukaan air laut. Tentu saja kecepatan yang didapat bisa jauh lebih tinggi, waktu tempuh lebih singkat dan efisiensi bahan bakar jadi lebih baik daripada kapal laut. Untuk kedepan, mungkin kendaraan ini dapat dimanfaatkan sebagai tranportasi alternative bagi Negara kepulauan disamping pesawat terbang yang menghabiskan lebih banyak biaya.
Prinsipnya, WiSE memanfaatkan efek penempatan udara permukaan yang terjadi pada objek benda yang terbang rendah. Efek tambahan gaya angkat ini dipertahankan dengan kecepatan terbang yang sesuai dan bentuk aerodinamik yang sesuai pula. Gaya angkat pada sayap terbang terjadi akibat adanya perbedaan tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap akibat dari gerak relatif udara terhadap sayap. Namun, konsekuensi dari perbedaan tekanan ini adalah terjadinya ‘kebocoran’ tekanan di ujung tepi sayap (wing tip), dan terjadi kerugian gaya angkat. Saat terbang rendah, down wash yang tercipta di tepi sayap ini ‘terhalang’ oleh permukaan, sehingga didapatlah tambahan gaya angkat.
WiSE craft memang belum dikenal di Indonesia. Namum bukan berarti jenis kendaraan ini belum pernah ada di dunia. Beberapa konsep WiSE craft yang telah ada antara lain KM Ekranoplan dan Lun Ekranoplan buatan Uni Soviet dan Pelikan yang dibuat oleh Boeing. Sudah seharusnya WiSE menjadi pilihan alternatif untuk Indonesia mengingat profil geografis Indonesia yang sangat cocok untuk WiSE. Saat ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan dan merancang prototipe kapal bersayap ini. Dalam pengerjaanya, BPPT bekerjasama dengan institusi pendidikan seperti ITB dan ITS. WiSE craft-8 yang saat ini sedang dikerjakan, menggunakan material komposit dengan tenaga penggerak single propeler. Kapal bersayap ini memiliki kapasitas 8 penumpang dan mampu terbang rendah dengan kecepatan 80 -120 knots, atau tiga kali lebih cepat dari kapal laut biasa.
Harapan kedepan, semoga saja alat transportasi WiSE dapat dikembangkan oleh industri nasional untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut nasional. Kabarnya, prototipe WiSE craft 8 BPPT-ITB saat ini sedang dibuat di daerah Serang, Banten. Kita tunggu saja!(www.forumsains.com)
Buat temen-temen yang punya keluhan seputar agama, masa puber or pusing mikirin pelajaran yang segudang dan dari pada nganggur, nglamunin yang nggak-nggak mendingan ikut gabung di sini aja ama Konsultasi Kyai yang di asuh oleh Ustadz Firdaus. Yup so pasti insya Allah Ustadz Daus bakalan bantu mencahin masalah kalian dengan sebijaksana mungkin.he..he..
Cat Rambut (Semir)
Assalamualaikum Wr… Wb…
Saya ingin menanyakan sesuatu yang mengganjal pikiran selama ini. Pada zaman globalisasi ini, khususnya untuk anak remaja sedang marak-maraknya bersaing di bidang fashion, terutama pada cat rambut (semir) karena mereka tidak mau kalah/ketinggalan di bidang ini dengan alasan “GAUL”, lalu yang menjadi pertanyaan saya adalah : “Bagaimanakah hukum dari memberi warna pada rambut?”, padahal secara syari’at kan terhalangnya air pada rambut (pada saat wudlu) membuat wudlu seseorang tidak sah, sedangkan ada sebuah sponsor iklan, saya pernah melihat bahwa ada pewarna rambut yang hanya dengan air sudah hilang, jadi, bagaimanakah hukumnya mengecat rambut dengan cat rambut yang mudah hilang tersebut?
Wassalamu’alaikum Wr... Wb…
Dafiq RF X A
Jawab :
Assalamualaikum Wr… Wb…
Memang sesuatu yang menghalangi air sampai ke rambut (pada saat wudlu) mengakibatkan wudlunya tidak sah. Begitu juga dengan cat rambut, tapi kita lihat dulu apakah cat rambut itu membentuk kristal atau tidak. Lain halnya lidah buaya, walaupun fungsinya hampir sama dengan cat rambut, tapi lidah buaya alami dan tidak menghalangi air. Ya boleh-boleh saja memakai cat rambut seperti yang anda lihat di TV, toh, cara menghilangkannya mudah, Nabi bersabda :
من كان له شعرن فليكرمه رواه ابو داوود
Jadi bisa kita pahami bahwa kita boleh memperelok rambut baik dengan menyisir, memberi minyak bahkan dengan memberi warna, sedangkan untuk warna menurut kitab احسن كلام :
عند الشفعية : يستحب حصاب الشيب للرجل والمراة بصفرة او حمرة و يحرم بالسواد على الاصح عندهم . انتهي
Warna cat rambut yang boleh di gunakan adalah merah dan kuning, sedangkan hitam di haramkan karena bertendensi pada :
كتاب : احسن الكلام
مؤلف : فضيلة الشيخ عطية صقر
(رايس لجنه الفتوى الازهر الشريف)
جز : 4
فصاحه : 542-541
و مما وراد في النهى عن الضبغ بالسواد – الرحانب حادثه والد ابي بكر "يكون في اخر الزمان قوم يخضبون بالسواد كحواصل الحمام لا يريحون رائحة الجنة" رواه ابو داوود والنسائ باسند جيد
Hadist di atas juga di uraikan pada :
كتاب : اعانة الطالبين
مؤلف : للسيد ابو بكر المشهري بسد البكري بن السيد محمد شطا الدمياطر المصري
جز : 2
فصاحة : 339
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله ص م يكون قوم يخضون في اخر الزمان بالسواد كحواصل الحمام لا يريحون رائحة الجنة
Dari hadist-hadist di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang mengecat rambut dengan warna hitam di akhir zamannya diumpamakan seekor burung bertanduk yang tidak akan mencium bau surga. Nah udah jelaskan? tapi kita yang notabene pelajar kayakanya nggak asyik kalau pake pewarna rambut or semir, coz nggak sesuai banget ama adat kebudayaan kita, alih-alih keliatan gaul eh malah di anggep orang nggak bener.
PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat )
Oleh : Muhammad Manduz
Dewasa ini, arus globalisasi disegala aspek kehidupan manusia semakin gencar adanya. Globalisasi ditandai dengan perkembangan kualitas kehidupan manusia kearah yang lebih maju. Terutama perkembangan disektor sains dan teknologi yang sungguh mencengangkan. Manusia memang makhluk Allah yang ajaib. Merangkak dari jaman batu, jaman logam, hingga jaman nuklir seperti sekarang ini dalam tempo yang cukup singkat bila dibandingkan dengan usia bumi.
Perkembangan yang terjadi memang luar biasa. Kalian masih ingat kan dengan penemuan jubah gaib, robot yang bisa mikir, remote (pengganti chanel) TV dengan pikiran dan masih banyak lagi hal-hal lain yang tak pernah terbayangkan kehadirannya pada beberapa dasawarsa sebelumnya.
Tapi seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, muncullah dampak-dampak negatif yang cukup fatal akibatnya, baik itu bagi lingkungan ataupun bagi manusia. Sudah mafhum bagi khalayak ramai bahwa gas CO (carbon monoksida) maupun CO2 (carbon dioksida) yang dihasilkan oleh cerobong asap industri dan asap kendaraan bermotor, dapat menyebabkan pelbagai macam penyakit mematikan, mulai dari TBC, kanker, kerusakan paru-paru dan penyakit-penyakit lain yang amat berbahaya. Ditambah lagi dengan adanya limbah pabrik yang tak diolah dengan benar dan dibuang seenaknya ke sungai. Tentunya hal ini dapat menambah resiko terkenanya penyakit bagi orang yang hidup di sekitar DAS (daerah aliran sungai).
Untuk mengantisipasi efek-efek negatif tadi agar nantinya tidak menimpa para siswa-siswinya, Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum melakukan sebuah tindakan preventif dengan membangun sebuah mini hospital yang bernama PKM (pusat kesehatan masyarakat). Rencananya, gawen besar ini akan memakan dana yang tidak tanggung-tanggung, 2,5 Milyar. Untuk lokasi pembangunannya berada di sebelah selatan lapangan desa Guyangan, diatas tanah seluas 45 X 16 m.
Sebenarnya program ini sudah menjadi target utama dari yayasan. Karena disamping untuk meningkatkan kualitas kesehatan siswa-siswi, kedepannya juga dimaksudkan untuk menarik minat dari para siswa maupun siswi untuk mendalami ilmu kedokteran. Bahkan menurut bapak Drs. K.H. M.Humam Suyuthi, MHI selaku ketua Yayasan Perguruan Raudlatul Ulum, pembangunan PKM ini secara tidak langsung dapat meminimalisir adanya surat izin sakit palsu yang akhir-akhir ini kian marak terjadi. Tentu saja hal yang meresahkan ini membutuhkan solusi jitu agar tidak ada lagi celah bagi para siswa maupun siswi untuk bertindak indisipliner. Soalnya mau tidak mau, setiap surat izin dengan keterangan sakit, diharuskan berasal dari PKM milik madrasah.
Selain diperuntukkan bagi keluarga besar YPRU, keberadaan PKM ini juga diperuntukkan bagi masyarakat luas yang ingin berobat. Tetapi, khusus untuk siswa dan siswi YPRU rencananya akan diterapkan sistem asuransi. Jadi, setiap bulannya siswa dan siswi akan membayar uang kesehatan dan jika sewaktu-waktu sakit, dapat berobat di PKM tanpa dikenai biaya, alias gratis.
PKM atau dalam bahasa kerennya mini hospital ini memang sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar mengajar siswa dan siswi YPRU. Siapapun tahu bahwa kesehatan itu amat berharga. Tanpa kesehatan, bagaimana mungkin kita dapat belajar dengan tenang?
Beliau bapak kepala yayasan juga mengatakan bahwa nantinya mini hospital ini akan dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Tentunya ditunjang dengan peralatan memadai dan tenaga medis yang profesional. Bahkan rencananya, PKM atau mini hospital ini akan dilengkapi dengan ambulan. Yup, memang tak ada kata main–main dalam masalah kesehatan.
Jadi, sudah selayaknya kita bersyukur atas fasilitas pendukung yang cukup jarang keberadaannya di institusi-institusi pendidikan lainnya ini. Kita harus menghargai kerja keras dari pihak yayasan yang menginginkan agar anak didiknya daat belajar dengan tenang dan semaksimal mungkin. Dan bagi para siswa maupun siswi yang selama ini kera memalsukan surat izin, secepatnya bertobatlah! Modus operandi anda sudah tersegel rapat. He...he...he...
Oke sobat Fird@us, mari kita berdoa agar gawen besar ini dapat berjalan dengan lancar serta dapat memenuhi semua target dan tujuan yang telah dicanangkan yayasan. Semoga visi dan misi madrasah YPRU, yakni selangkah lebih maju dengan ilmu amaly dan amal yang ilmy dapat terwujud. AMIN......![hilmanking]
DIANTARA FAKTA DAN FIKSI
Judul buku : Angels and Demons (Malaikat dan Iblis)
Penulis : Dan Brown
Tebal : 656 Halaman
Penerbit : PT. Serambi Ilmu semesta Jakarta
peresensi : Ahmad Sodikin
Buku malaikat dan iblis adalah buku ke-2 dari novelis luar biasa, Dan Brown. Didalam buku ini, anda akan mendapat banyak kesamaan dengan novel Dan Brown yang lain, The Da Vinci Code. Selain kesamaan tokoh utama, Robert Langdon si ahli sejarah dan simbol-simbol kuno dari Harvard University, buku ini juga berlatar belakang kemelut agama, katolik khususnya. Kesamaan lainnya yakni setting waktu yang amat singkat, hanya 24 jam.
Dalam novel Angels and Demons ini, Dan Brown kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pengarang yang lihai dalam meramu seni, sejarah dan fakta. Dikatakan fakta karena semua benda seni, makam, terowongan hingga arsitektur yang terdapat dalam cerita adalah nyata dan dapat disaksikan hingga sekarang.
Cerita dimulai dengan pembunuhan Leonardo Vetra, seorang fisikawan sekaligus pendeta katolik dari lembaga riset CERN di laboratoriumnya. Plot cerita kemudian baeralih ke kediaman Robert Langdon, dimana ia menerima kiriman faks dari Maximilian Kohler, direktur CERN, yang berisi gambar mayat Leonardo Vetra dengan simbol aneh di dadanya. Simbol itu merujuk pada Illuminati, suatu kelompok persahabatan kuno yang telah musnah berabad-abad lalu. Kelompok ini terkenal amat memusuhi gereja Vatikan dan berniat untuk menghancurkan otoriterismenya yang terlampau besar atas umat katolik. Simbol tadi dimunculkan agar seolah-olah Illuminati terlihat bangkit kembali dari kubur dan siap berkonfrontasi dengan Vatikan. Di laboratorium CERN, Illuminati juga mencuri anti materi, sebuah zat yang bisa berubah menjadi senjata dahsyat.
Dengan rasa penasaran yang besar, Langdon terbang ke markas CERN di Swiss dan bertemu dengan Victoria Vetra, anak angkat Leonardo Vetra. Berdua mereka pergi ke Vatikan City di Italia, tempat kelompok Illuminati merencanakan peledakan zat anti materi. Di Vatikan ternyata masalah muncul lagi. Empat kardinal yang menjadi calon kuat pengganti Paus telah diculik dan akan dibunuh satu persatu setiap satu jam di tempat-tempat umum Roma. Dengan pengetahuannya sebagai ahli sejarah dan ahli simbol kuno, Langdon ditemani Victoria berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Vatikan dari kehancuran sekaligus membebaskan para kardinal yang akan dibunuh.
Penggabungan antara fakta dan fiksi merupakan kelebihan dari buku ini. Pembaca juga akan dibuat berdecak kagum dengan pengungkapan rahasia-rahasia menarik dari karya seni dan tempat-tempat bersejarah yang ada. Dibandingkan dengan buku Da Vinci Code yang terbit lebih dulu, lebih banyak kejutan yang tak terduga di dalam alur novel ini, sehingga ceritanya tidak bisa ditebak.
Sayangnya, dalam novel ini terlalu banyak kemiripan tokoh dengan novel The Da Vinci Code. Tapi bagaimanapun juga, buku ini benar-benar asyik dan sangat patut dibaca oleh penggemar novel misteri dan thriller.(hilmanking)
Save Our Haritage
Yup untuk kali ini suara mereka mengangkat tema tentang warisan kebudayaan Indonesia. Diakui atau tidak, kita sudah terlena, mungkin juga sudah lupa dengan kebudayaan original Indonesia. Dulu ketika masih banyak tanah lapang, banyak anak-anak bermain khususnya di jawa gobak sodor, cublek-cublek suweng, bentengan, bangggalan dan masih banyak lagi permainan tradisional khas Indonesia yang lain. Itu baru segelintir saja, padahal Indonesia terkenal akan bangsa yang multikultural, bangsa yang beranekaragam modelnya. Pasti banyak bangetkan kebudayaan yang dihasilkan? Tapi kenapa saat ini banyak sekali kebudayaan yang hilang atau lebih tepatnya tak terurusi dengan baik?
Nah untuk itu mari kita simak penuturan sobat-sobat daus kalau lagi ngomongin masalah kebudayaan, ada yang ngrundel, biasa aja atau ada juga yang cuek lho. Yang jelas semua kembali pada pribadi kita masing-masing, Bagaimana menyikapi realita save our heritage ini.
Bukan Salahnya Malaysia
Al-Amin XI IPS 1
Negara kesatuan Republik Indonesia atau yang bisa kita kenal dengan NKRI, yang terdiri dri berbagai suku bangsa (jawa, Madura, bugis, dayak), tentunya memiliki seambrek kebudayaan mulai dari lagu, tari-tarian , batik dan masih banyak lagi deh.
So, sebagai bangsa yang punya banyak kebudayaan tentu patut berbangga dengan semua itu. Dengan adanya keaneka ragaman budaya, Indonesia kelihatan lebih wah dimata negara lain. Yang jadi pertanyaanku disini, mengapa bangsa lain yang notabene adalah negara tetangga sendiri sebut saja Malaysia, kok bisa-bisanya mengakui kalau Reog Ponorogo dan lagu Rasa Sayang-sayange itu bagian dari kebudayaan mereka? Padahal kita kan tahu kalau Reog Ponorogo dan lagu Rasa Sayang-sayange itu merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita? Apa mungkin karena Malaysia tidak memiliki kebudayaan sendiri sehingga mengakui kebudayaan negara lain? Atau mungkin karena saking apiknya kebudayaan bangsa Indonesia?
Tapi, menurut analisisku semua itu bukan salahnya Malaysia tetapi salahnya bangsa Indonesia sendiri yang tidak mau ngopeni dengan baik atau ngurusi kebudayaannya sehingga hal itu dimanfaatkan oleh Malaysia untuk mengakui kebudayaan tersebut. So, mulai sekarang marilah kita jaga dan melestarikan kebudayaan kita agar tidak dicaplok oleh Negara lain.
Indonesia Gudangnya
Ar-Rosyan IPA 2
Kalau bicara tentang kebudayaan, Indonesia gudangnya. Berbagai macam kebudayaan bisa dijumpai disini, tapi saking banyak macamnya, Indonesia kualahan menjaga kebudayaan tersebut dan akhirnya lambat laun satu persatu kebudayaan tersebut menghilang dan nggak terurusi.
Dengan diambilnya kebudayaan Indonesia oleh Negara lain, kini kebudayaan yang dimiliki negara kita semakin berkurang. Dan timbullah tanda tanya besar mengapa negara Indonesia cuma diam saja? Padahal kebudayaan kita (kebudayaan Indonesia) diambil oleh negara lain. Apa negara kita merelakan begitu saja, kalau negara lain mengambil kebudayaan milik kita begitu saja, apa karena sudah lama timbul kebudayaan baru? Dan haruskah meninggalkan kebudayaan lama? Dan bagaimana dengan kebudayaan nenek moyang kita yang sudah diwariskan kepada kita?
Seharusnya kita sebagai pewaris kebudayaan, harus melestarikan dan menjaga kebudayaan tersebut, sebagai penghormatan kepada nenek moyang kita, bukannya ditelantarkan begitu saja hingga diambil (diakui) negara lain. Sebagai pewaris harusnya kita melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang sudah diberikan oleh nenek moyang kita.
Disamping itu, kita juga bisa menjaga kebudayaan-kebudayan yang sudah lama. Dengan sepenuhnya, kita harus menjaga kebudayaan kita dan kita ambil kembali hak milik kita yang udah diambil negara lain. We must keep our cultures! Don’t forget it!!!
Indonesia Banget
Oleh : bathik madrim
Entah apa yang membuat bangsa kita ini kian terpuruk dalam mengurus kebudayaannya sendiri. Padahal kita tahu pemerintah juga memeliki dinas yang khusus bekerja mengurusi bagian ini. Apa mereka terlalu sibuk mengurus perut sendiri hingga masalah yang seharusnya mereka tangani dengan baik malah menjadi tidak karuan bentuknya. Mungkin benar saja, karena memang wajah kepemimpinan Indonesia ini dari dulu sudah amburadul tak karuan para’e. Tak ada efesiensi, tak professionalitas dan sering nggak beres dalam melaksanakan pekerjaan, itu semua adalah borok gawan bayi Indonesia dari dulu.so, tak kaget kalau jadinya ya kayak gini. Indonesia banget gitu loh……..!!!!
Kompromi Dulu
Ahmad Humam XI IPS one
Yup, akhir-akhir ini aku sering mendenger di media masa mengenai kebudayaan Reog dari Jawa Timur yang didaku oleh Malaysia, oh ya ternyata bukan cuma reog doang yang di daku olehnya lhoh, mulai dari lagu-lagu, tarian, musik dan banyak lagi yang sudah di klaim menjadi hak milik mereka, apa ya yang sebenernya terjadi, kok bisa begini? Kalo dilihat dari akar historisnya, katanya zaman dahulu Malaysia pernah belajar diIndonesia, nah dari situ mungkin Malaysia menganggap kita (Indonesia) sebagai guru atau orang tuanya, jadi ada kemungkinan Malaysia menganggap dirinya sebagai anak didik dan merasa bahwa dia berhak atas warisan orang tua atau gurunya, dan juga mungkin karena orang tuanya lagi sibuk ngurusin negara dan perangkatnya, sebagai anak yang sudah mandiri dan lebih pintar dari pada orang tuanya, Malaysia merasa berkewajiban memoles warisan orang tuanya, hanya saja anak sama orang tuanya nggak mau berkompromi dahulu. Ibaratnya anak sama bapak dalam satu rumah, bapaknya lagi sibuk cari duit buat perut sendiri atau mungkin juga lagi nyari istri baru (kebudayaan baru), sedangkan si anak lagi enak-enakan ikut gank motor, udah gitu dia bilang kalau motor itu punya dia, “ini warisan bapak ku” katanya, dan kebetulan ada cewek yang mau beli motornya, terus dijual deh motor ama cewek itu, si anak pun pulang dengan uang segepok di sakunya, pada saat si bapak pulang dan tahu keadaan yang sebenernya, kontan aja si bapak marah-marah, coba si anak kompromi dulu sama bapaknya, kan ada kemungkinan bapaknya mengijinkan motornya di jual.
Kalau aku lihat dari ragam kebudayaan yang kita miliki, selain kebudayaan original asli produk sendiri, Indonesia juga memiliki ragam kebudayaan hasil filterisasi dari negeri lain,misalnya dari India, Arab, Cina dan banyak lagi. Hanya saja kita (mungkin) mengakui bahwa semua itu adalah kebudayaan asli bumi pertiwi kita. Jadi apa salahnya kalau mereka (Malasyia_red) juga mengikuti kita. Enjoy aja lagi.
GITU AJA KOK REPOT
Doel joni XI IPA 1
kalau dilihat dari masalahnya seharusnya ini bukanlah masalah yang harus dipikir rumit, ini lho kebiasaan orang kita kalau ada masalah remeh temeh saja di ribetin, tapi kalau masalah yang ribet malah di biarin lucu banget tahu ngak sich. Misalnya saja korupsi yang sudah mendarah daging di sini apa ada tindakan yang intensif untuk membrantasnya. Kalau di umpamakan itu, kita disuruh mencari ikan di samudra, malah kita mencari berlian yang ada di dasarnya kan repot jadinya capek dech! Cara penyelesaiannya ya mudah lah, kalau mereka mengambil kebudayaan kita kita jangan kalah dong sama mereka, kita sikat aja kebudayaan yang mereka miliki. Jadi impas kan tidak ada masalah lagi. Kalau mereka tidak menerima atas kelakuan kita, kita pun harus begitu tidak menerima atas kelakuan mereka. Gitu aja kok repot.
Lagian ngapain juga sich kita harus ngurusin masalah itu, bukannya kebudayaan kita memang sudah menjamur tak terhitung jumlahnya, ya kita ikhlasin ajalah, itung-itung biar ada citra baik bagi kita di mata dunia, bosan di juluki negara korup terus. Sekali-kali sodaqoh dikit ngapa sich kok pelit amat. So what gitu loh!
Sudah jelaskan komentar sobat-sobat daus di atas, ada yang cuek bebek, ada yang ber-idialisme, ada juga yang tenang-tenang aja. intinya semua kembali kepada diri kita masing-masing, apakah kita tega melihat kebudayaan kita yang semakin nggak terurus? Mari kita lesatarikan kebudayaan bangsa indonesia yang diwariskan kepada kita.
Untuk edisi depan suara mereka mengangkat tema Enam Mata Pelajaran Untuk UAN, bagi sobat-sobat yang punya unek-unek gelisah nggak menentu masalah ini, buruan kirim aja ke redaksi firdaus via kotak MDB or email ke firdaus_dausku@yahoo.co.id paling lambat 2 juni 2008.
Oleh : Tasri Firdaus.
Kang Abik sapaan akrab Habiburrahman el Shirazy yang juga disebut sebagai pengarang semarang ini, ternyata dengan dunia tulis menulis sudah menjadi hobinya sejak di bangku SD dulu. Ada sedikit cerita, dulu waktu di kelas ketika guru memberikan tugas untuk menulis pengalaman semasa liburan dalam karangn bebas, kang Abik mampu menghasilkan tulisan rapi dan enak di baca. Bahkan, saat duduk di kelas 6 madarasah Diniyyah, mendekati ujian akhir, kang Abik meringkas semua mata pelajaran di atas kertas folio dengan tulisan arab pegon yang rapi dan indah, bahkan teman-temannya pun memfotokopi ringkasan kang Abik dengan hati riang gembira karena tak perlu susah payah lagi membuat salinan yang baru untuk belajar.
Kang Abik mulai menghirup udara dunia setelah berada kurang lebih sembilan bulan di kandungan ibunya bertepatan pada saat adzan maghrib berkumandang. Pada hari kamis, 30 september 1976, dengan nama kecil Habibul Walid. Namun kang Abik kecil ternyata sering sakit-sakitan, dan anehnya sakitnya ini tidak kunjung sembuh meskipun telah di obatkan ke dokter. Kemudian sang ayah yang bernama K.H Saerozi Noor dan Sang ummi Hj. Siti Rodliyah ingat bahwa mereka pernah bernadzar memberi nama anak pertama dengan nama Habiburrahman (Kekasih Allah yang yang maha Pengasih). Syukur setelah berganti nama, kang Abik berangsur sembuh hingga ahirnya dapat melahirkan novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta yang penuh akan makna dan dakwah pembangun jiwa, bisa disimpulkan bahwa nama kecil kang Abik adalah sebuah nadzar yang terlupakan.
Kang Abik adalah sulung dari 6 bersaudara, yaitu Ahmad Munib, Ahmad Mujib, Ali Imran, Taridatul Ulya dan M. Ulin Nuha. Kang Abik dan saudaranya hidup dalam tradisi santri yang ketat, dan tumbuh besar dalam asuhan Abi dan Umminya. Tidak ada campur tangan pembantu, apalagi baby sitter, sungguh betapa bersyukurnya kang Abik yang ditakdirkan oleh Allah bisa tumbuh, besar dan dewasa langsung dibawah kasih sayang kedua orang tua sendiri, sesuatu yang mulai langka di zaman serba modern ini.
Latar belakang pendidikan kang Abik sejak sekolah dasar hingga sampai ke mesir sangat mengagumkan, ini diungkapkan adiknya, yang dalam dunia tulis menulis menggunakan nama “Anif sirsaeba el shirazy” yang selalu bersaing dengan kang masnya, bahwa waktu SD kang Abik selalu rangking pertama, sampai kelas 6, bahkan saat kelulusan, kang Abik tidak hanya terbaik di SD sekampung, tapi juga masuk dalam jajaran siswa terbaik se kota semarang. Karena nilai murninya tinggi. Ketika sekolah madrasah diniyyah di sore hari, kang Abik juga selalu unggul dari adik-adiknya. saat kelas 6 madrasah diniyah, kang Abik memperoleh penghargaan karena telah mampu menghafal Nadham Nafham Imrithy karya Syaikh Syafatuddin Yahya al imrithy.
Penulis Trilogi Ketika Cinta Bertashbih ini, sewaktu kelulusan ia berhasil menorah rangking 1, begitu juga dalam setiap lomba haflah ahirussanah yang di adakan di pesantren, waktu lomba pidato misalnya, kang Abik dapat juara pertama. Semua ini terus berlanjut ketika kang Abik di madrasah aliyah program khusus (MAPK) surakarta. Menyabet juara satu lomba pidato remaja se-karesidenan surakarta. Juara 1 lomba bahasa arab se-Jateng dan DIY, sampai juara 1 lomba bahasa arab tingkat nasional yang di adakan di UGM Yogyakarta dan gara-gara prestasinya yang segudang itulah, saat masih duduk di bangku MAPK Solo, profil kang Abik pernah di muat di majalah Rindang, sebuah majalah yang dikelola oleh Depag Provinsi Jateng, Tak ayal prestasinya yang luar biasa tersebut membuat ke dua orang tuanya menaruh bangga padanya.
Melihat prestasi kang Abik yang begitu memukau kita sempat bertanya, siapa orang yang paling berpengaruh di balik prestasi kang Abik? Maka, jawab penulis novelet “Pudarnya Pesona Cleopatra” yang juga pernah berkunjung ke YPRU saat perayaan Haul tahun lalu pun menjawab “Ummi Ummi dan Ummi”, sosok kang Abik sangat mengagumi ibunya, karena ia berpendapat kasih seorang ibu kepada anaknya itu tak bisa digantikan oleh siapa pun, termasuk oleh seorang bapak yang paling sayang dan penuh perhatian di dunia ini sekalipun, sebab hanya seorang ibulah yang mengalirkan air susunya yang bercampur kasih sayang yang akan menguatkan jiwa anaknya dan melembutkan hatinya, bisa memberikan rasa aman, ketentraman dan menyalakan hati anaknya dikemudian hari.
Sungguhlah beruntung seorang wanita yang mendapatkan cinta kang Abik. wanita itu adalah Musyaratun Sa’idah yang kini telah memberikan seorang buah hati untuk kang Abik yang bernama Muhammad Neil Author.
Dalam bersastra Kang Abik sangat mengidolakan Abdullah bin mubarok. Beribadah dan ikut bersaham dalam menyampaikan risalah islam yang indah adalah visi dan misinya dalam menulis. Iapun meyakini dalam menjalani hidup ini ingin seperti air mengalir dengan alami dan terus mengalir dan tak pernah berhenti, meskipun di bendung, air terus berusaha menerobos untuk maju. Di manapun air berada selalu berusaha menjadi salah satu unsure lahirnya tunas kehidupan baru, selalu membersihkan, air termasuk benda di alam semesta ini yang selalu taat dan patuh mengikuti aturan hukum Allah SWT.
Wah pokoknya penuh akan sifat keteladanan dech, jadi pas banget kan potret edisi kali ini ngangkat profil kang Abik, eh ya kang Abik juga telah merampungkan program magister (S2) di institute for Islamic Studies, Cairo. Pokoknya pesan kang Abik menulis bukanlah bakat luar biasa dari seseorang, tapi usaha keras dan giat untuk menghasilkan karya sastra![ahma]
Budayaku-budayaku, Budayamu-budayamu
Oleh : Jhonihan
Kutatap negara Indonesiaku, kuamati dengan mata kepalaku. Tak terasa negaraku telah berusia 63 tahun lebih, padahal rasanya baru kemaren Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Penjajah telah lama hengkang dan tak menampakkan batang hidungnya di negara kita. Kemerdekaan yang berabad-abad dinantikan pun bagaikan kesegaran meneguk air di gurun sahara setelah kelelahan menaklukkan lautan pasir.
Kemerdekaan telah membentuk karakteristik sendiri bagi kita, sehingga kita mempunyai atribut jati diri dan ciri khas tersendiri dimata bangsa lain. Hal itu tentunya merupakan suatu karunia Tuhan yang tak ternilai harganya yang patut kita syukuri bersama. Lihat saja, Indonesia terkenal sebagai surga dunia katakanlah begitu. Di mana-mana terhampar luas persawahan yang hijau, sehijau batu zamrud. Ombak laut beriak kejar mengejar, angin berhembus sepoi-sepoi menggerakkan daun-daun di pepohonan rimbun hutan tropis, sungai mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah meliuk-liuk bagaikan ular naga Cina yang anggun. Keanekaragaman budaya dan suku ras yang menyebar di seluruh pelosok nusantara menjadikan Indonesia mempunyai keberagaman budaya yang begitu banyaknya. Mulai dari nyanyian, tarian, sampai upacara adat yang mempunyai cara dan tradisi sendiri-sendiri merupakan kebudayaan yang multikultural.
Namun, akibat keterlenaan yang tidak kita nyana dan kita duga, rupanya penjajah yang baru sudah mulai masuk dan mencoba menguasai kembali kehidupan bangsa Indonesia. Tapi penjajahan ini dengan model yang berbeda. Penjajahan yang lebih berbahaya daripada sekedar adu fisik atau kontak senjata. Penjajahan yang lebih pada idiologi yang kita anut selama ini. Lihat saja realita yang ada. Bangsa ini seolah-olah tak lagi mempunyai kepedulian terhadap kebudayaan yang dulu selalu dielu-elukan. Dan yang lebih buruk lagi, kita malah tak ambil pusing dengan adanya penjarahan kebudayaan kita yang dilakukan oleh negara lain. Sungguh ironis sekali. Dengan alasan mengikuti zaman kita telah menghalalkan perbauatan melok-melok. Wah gawat! kalau jadinya kayak gini, entah siapa yang harus kita salahkan. Haruskah kita salahkan pemerintah yang kurang tegas dalam menyikapinya atau kitalah yang yang patut disalahkan? Tentu saja kita yang patut disalahkan karena berkedudukan sebagai ahli waris kebudayaan itu. Sudah semestinya bagi ahli waris untuk mengurus warisannya, khan?
Kita lihat saja, dulu sewaktu tanah kampung masih luas, banyak anak-anak yang bermain (untuk permaian jawa_red) kelereng, layang-layang dan yang anak perempuan bermaian pasar-pasaran, dakonan, cublek-cublek suweng dan sederet permaian tradisional lainnya. Tapi kini lahan mereka untuk bermain telah tergusur oleh gedung apartemen, pabrik, ruko, mall dll., sehingga makin sempitlah lahan bermaian mereka. Lama kelamaan permainan tradisional tadi tergantikan oleh Play Station, i-Pod, X-box dan sederet permainan modern yang semakin hari semakin banyak variasinya. Lalu, akan dikemanakan kebudayaan asli bangsa kita? Padahal sungguh itu semua adalah aset yang tak ternilai harganya.
Mengapa kok hanya kita? Memangnya pemerintah tidak bersalah? Tentunya iyak! Tapi coba pikir lagi, kalau kita menyalahkan pemerintah, bukankah pemerintah juga lahir dari kita? Coba kita mengaca diri sendiri dari seni budaya berpakaian. Kita lebih sering berpakaian dengan baju yang kurang bahannya atau katakanlah yang mini-mini atau cekuk-cekuk. Kita lebih bangga memakai nama Joni, Robert, Alex dari pada memakai nama Legi, Klepon, Suro, Pahing dan nama-nama lain yang berbau originalitas Indonesia. Kita juga lebih mengagumi orang blesteran dari pada asli keturunan Indonesia.
Endingnya, sebagai warga Indonesia tulen kita tidak harus malu dengan apa yang kita punya. Kita harus bangga dengan kebudayaan asli kita, seperti: ketoprak, ludruk, wayang, tayub, macapatan, reog, dll. Temanku pernah berkata “tak selamanya orang memakai blangkon itu blo’on”. Jadi nggak usah minder ketika ada kebudayaan lain yang dianggap spesial dan hebat oleh media komunikasi. So, kita harus berani mengatakan budayamu ya budayamu, budayaku ya budayaku. Back to nature. Ayo kita kembali ke pohon!!![hilamanking, ahma]
NATIONAL EXAMEMINATION ON AN AMERICAN PERSPECTIVE
The Firdaus’ crew had a chance to make an interview with Mr. Kenneth Scott Moore. We do the exclusive one and we talked about the National Examination and the education in Indonesia especially here. The interview was so exciting and Mr. Ken answer every question enthusiastically. The interview is this following:
Firdaus : What is your opinion about the helding of National Examination in Indonesia?
Mr. Ken :Personally, I do not agree with the National Examination. However, I have talked to some students and they said that National Examination is good because it focuses so much in science and math and that is what a developing country needs in order to progress. But while that is good, I still don’t agree because every school is different. And schools who have a lot of money and a lot of resources have a harder time or have much easier time teaching their students. And poor schools with few resources have a hard time teaching their students. And when the government said one standard some school are not able to meet that standard. No matter how hard they try. Also it make students focus on what someone else think is important. You might have some students who is so talented in music and in art. And may be if they could focus on that they could be a very famous wood carver in Jepara ,maybe, or become a musician and already have the knowledge of music and art and be tested on that. But the National Examination make you focus on only what the government thinks you should learn.
Firdaus : Is there some kind like National Examination with the standardization from the state or nation in USA?
Mr. Ken :They are national standards and state standards. And I do agree with that. But the standards are only for curriculum. The state will say that our students need to learn this and this and this. And the school has the responsibility of teaching all those things. But school also has the responsibility of testing all those things. The school knows what they taught, so therefore they know exactly what to test on. In school with National Examination, the school just has to hope that what they are teaching is on National Examination. So the state does have standards, but they leave it up to the school to make the test. There are standard examinations but they are only to assess the progress of the school. The state give the school National Examination but they are only used to help make the school better. They have nothing to do with whether or not the student passed or failed. So if the students don’t pass the National Examination it doesn’t matter. But the school will get in the trouble.
Firdaus : After you taught here about eight months, according to you, what is the different between the student here and the student in America?
Mr. Ken :I will say that culture and education always mixed. So Indonesian people are more passive than American people. In the classroom Indonesian students are more passive than American students. Sometimes that’s good because the student in Guyangan are very well behaved and there are very few disruption in class. But students are more afraid to participate. Especially witht my subject, English, you have to learn by doing. So sometimes it is more difficult because the students are a little more passive than in US. But students attitude are still very good. And I don’t see any major problem with the students. Sometimes I see that maybe teachers could do more to motivate the students. But I don’t see a big problem with the students.
Firdaus :What is your idea about the possitive side and negative side on the education here?
Mr. Ken :One thing that I see as a negative is that the students will get burn out. Burn out means tired. The students will get tired because they have class everyday. And the examination last for two weeks. And it might seem like the students need to keep learning all of the time. But it is important to give students a rest. And let them remember all the things they learned. You need to learn a lot and then have time to remember those things and have time to apply the things you learned and give the students rest. So the thing that I see is that eventhough you only have class for maybe four or five hours in a day, in US we have class all day long maybe seven or eight hours, but you are more tired. Because you have class everyday. And outside the class there are still activities. So there is very little time for student for rest. And rest is very important when you are in school. But students who are motivated have a chance to learn so much maybe evenmore than in an American school if they wanted.
Firdaus : According to you, how should we study in effective way?
Mr. Ken :You have to find the way that suits yourself. Some people are visual learners, some people are audio learners and some people learn by doing. So what is important is that you think that studying is important. That is the first step is just to realize that studying is important. After that you need to find the way that is best for you. For example me. I am a very visual learner. So when I study I am constantly writing. So I can remember it in my mind and I can also write it down and see it. When I study Bahasa Indonesia, I make cards that said Indonesian word and English word. And then I write sentence that uses that words. So for me I have to always be writing. For some students maybe just reading is enough. Maybe you can just read the textbook, read a chapter maybe once or twice. And that is good for you. But for me I have to write. So the first step is just realizing that studying is important. But the strategy will be different for each person.
Firdaus : The last, what is your advice to Firdaus’ readers about this topic?
Mr. Ken :It is no secret that Indonesia is a developing country. And what that means is that when you are in school you have the responsibility. Because Indonesia is developing and so Indonesia will not develop until the students become adult and can make change. So in the developing countries education is the most important. Because you can be very happy being a farmer or being a sailor but it is more difficult to provide for your family. Especially when many other countries are becoming rich of a lot of technology and you watch TV and you see all these things and you want them. And you have to get them with education. So it is important to take school seriously. And like I said make sure you study. The National Examination are hard and I think they are not fair. But that doesn’t mean that you should not do your best on them. So study for your National Examination.(nafe’ulin_luthfi)
Almarhum Yang Kurindu
Oleh:Mahrus Syaiani
Senja itu begitu syahdu. Matahari mulai beranjak untuk pulang ke peraduannya. Angin sepoi-sepoi ikut menyemarakkan suasana sayonara dari sang bagaskara. Ujang, seorang santri lulusan salah satu pondok pesantren di Jawa Timur, tengah duduk termenung di atas gubuk di tengah pematang sawah yang tak seberapa jauh dari rumahnya. Pandangannya yang kosong menelusuri jejak-jejak padi yang menguning dan tertunduk diterpa sinar mentari. Belaian angin yang terus berdesir membawa kesejukan khas daerah pedesaaan.
Entah apa yang membuat pikirannya berkecamuk tak menentu. Dia sedang bingung, cemas dan gundah gulana, seolah telah terjadi pergulatan yang hebat dalam batinnya. Rupanya dia sedang meratapi kepergian Abah Rahman, sesepuh desanya. Abah Rahman adalah orang yang pertama kali mengajarkan agama Islam kepada penduduk di desanya. Lantaran Abah Rahmanlah penduduk kampungnya dapat mengenal apa itu Islam, mengenal Nabi Muhammad SAW, sampai mengetahui permasalahan halal dan haram. Sayang, sang panutan itu sudah dipanggil Allah SWT saat Ujang tengah menuntut ilmu di pondok pesantren. Dia mendapat kabar kalau sesepuh desa ini meninggal, melalui surat yang dikirim oleh salah seorang sahabatnya diwaktu kecil yang dulu sama-sama ngaji pada Abah Rahman. Ujang teringat kembali betapa sabar dan telatennya abah saat mengajarkan ilmu agama pada murid-muridnya. Seolah tak terbesit sedikitpun rasa bosan selama bertahun-tahun berdakwah mulai dari nol. Itupun tanpa meminta imbalan apapun kecuali kesungguhan para murid untuk belajar dan mengamalkan ilmu yang telah disampaikannya. Begitu tawadu’nya sikap abah sehari-hari hingga masyarakat menjadi semakin kagum pada pribadi beliau yang luhur. Keadaan kampung Ujangpun sedikit demi sedikit berubah dari yang dulunya kacau dan gersang akan agama, berubah menjadi damai dan tenteram.
Tapi sejak kematian abah, keadaan masyarakat desa itu kembali jauh dari syariat Islam. Togel dan sabung ayam kembali bermunculan, pelacuran kembali marak, masjidpun sudah kehilangan daya tariknya. Sepi. Entah apa yang harus Ujang lalukan mengingat dia adalah salah seorang lulusan pesantren. Tanpa disadari, tetesan bening mengalir dari pelupuk matanya. Ia marah pada ketidakberdayaan-nya. Ia juga marah pada keadaan yang terlampau berat untuk dihadapinnya. Batinnya merintih perih, pedih oleh beban batin.
Ditengah tangisannya , hati Ujang yang penuh kerinduan pada Abah Rahman berucap:
“Ya Allah .... mengapa Kau benamkan mentari desa kami? Mengapa Kau ambil Abah Rahman dari sisi kami dengan begitu cepat? Sungguh kami ikhlas akan takdir-Mu, tapi tidak bolehkah kami merindukan ketawadu’an Abah Rahman, merindukan mau’idzohnya, nasehat-nasehatnya, dan merindukan ma’mur masjid kami dengan lantunan ayat-ayat-Mu yang beliau ajarkan pada kami?”
*****
Tangis itu sudah reda ketika tiba tiba terdengar suara seseorang mengucapkan salam.
“Assalamu’alaikum!”
Suara yang penuh wibawa tersebut rasanya sudah tidak asing lagi ditelinga Ujang. Laki-laki kurus itupun langsung terkejut melihat siapa orang yang memberi salam. Sesosok lelaki berwajah agak keriput berdiri di hadapannya. Wajah itulah yang selama ini begitu dirindukannya. Wajah dari orang yang mengajarinya membaca untaian kalamullah setiap ba’da maghrib, dan juga wajah dari orang yang berhasil menghembuskan nafas Islam di desanya. Beliaulah Abah Rahman. Serasa di alam bawah sadar, Ujang menjawab salam Abah Rahman dan mencium tangan Abah Rahman dengan penuh ta’dzim. Kemudian Abah Rahman berkata
“Anakku, sekarang sudah waktunya sholat maghrib. Mari kita kembali ke desa!” ujar Abah Rahman.
“ Bab...baik abah.” Jawab Ujang dengan gugup
Sebenarnya Ujang merasa amat penasaran dan kaget perihal kemunculan Abah Rahman. Peristiwa itu terasa amat mustahil mengingat sang abah yang telah mangkat.
Mereka berduapun berjalan beriringan menuju ke desa. Mereka menyusuri pematang sawah yang terlihat remang- remang karena terhalang kabut senja. Tampak di ufuk barat sana matahari mulai meredup sinarnya. Nyanyian jangkrik mulai bersahutan di bawah dedaunan dan bebatuan yang melindungi mereka.
Dalam perjalanan, Ujang menceritakan keadaan di desa sepeninggal Abah Rahman. Mulai dari anak-anak yang lebih suka nongkrong dari pada mengaji di masjid, togel dan sabung yang kembali muncul, sampai orang-orang kaya yang tidak mau mengeluarkan zakat untuk para fakir miskin. Sebagai santri lulusan pesantren, Ujang merasa sangat berdosa karena dia tidak bisa berbuat sesuatu. Ia hanya tertegun tak berdaya melihat keadaan desanya. Padahal setatusnya adalah santri yang notabene dapat menggantikan peran abah dimasyarakat. Mendengar pengaduan Ujang, Abah Rahman pun memberi sebuah nasehat bagi Ujang. Abah Rahman berkata
“Ambillah satu tangkai kefakiran beserta daun sabar dan sebutir tawadlu. Lalu ambillah sebatang khusyu’. Asahlah rendah diri dan kesucian hati, taburkan benih-benih kasih sayang nan lembut yang bisa diterima masyarakat. Celuplah mahabbah (cinta) sampai berbusa buih hikmah (kebijaksanaan). Lalu, jernihkanlah dengan saringan dzikir, tuangkan ke dalam cangkir ridho, kipasilah dengan angin pujian dan rasa syukur keada Allah hingga dingin. Jika sudah dingin, minumlah. Lalu setelah itu berkumurlah dengan sifat wirai. Insya Allah akan ada jalan untukmu”.
Nasehat itulah yang nantinya diharapkan akan menjadi senjata Ujang untuk mengembalikan keadaan desanya seperti sediakala. Setelah memberi nasehat pada Ujang, suara Abah Rahman tak terdengar lagi. Saat itu pula Ujang menoleh ke belakang dan ternyata Abah Rahman sudah tidak ada. Seolah beliau lenyap ditelan bumi.
*****
Saat itu Ujang seakan baru bangun dari alam bawah sadarnya. Untaian tasbih dilafalkannya pada Al-Khalik, Dzat yang penuh misteri. Sayup-sayup terdengar suara adzan dari pengeras suara masjid di kampungnya. Dia masih bingung atas terjadinya peristiwa tadi. Lalu tiba-tiba, ia teringat pada sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang artinya:
“ Dan janganlah kamu mengatakan (bahwa) orang-orang yang terbunuh dijalan Allah (Mereka) telah mati. Sesungguhnya (mereka) hidup tapi kamu tidak menyadarinya.”
Subhanallah.....!!! terpekur Ujang menyaksikan kekuasaan Allah....[hilmanking]
Kغيرة التعليم
هل تحس ان ثقافة النعاس خصة الدروس صار وجهة لعموم الطلاب ؟ إما في المدرسة الا بتدائية, اوالمدرسة الثناوية او المدرسه العلية . حتى يكون احد من الطلاب لقب "بعيد الناس"
و هذا ينبغي ان لا يحدث إذا ملك الطلاب غيرة التعليم الكبيرة . غيرة التعليم يعني همة لنيل العلوم للطلاب . و همة ليختضع العوائق في المتعلم , احادها نعاس .
والذى يهتم ايضا هو الدوافع . لا يمكن وجود غيرة التعليم إلا بالدوافع القوى . مثله امل , الحب العشيق , القدوة و غير ذالك . فكل من الطلاب يفارقون في حملة دوا فعهم . و ذالك يأ ثرقوة احتمال الجسمي و النفسى من ه ج و م ا ل ت ع ا س .
ثم ا ر ي د ا ن ا ج ر ب م إلى ملافتة الكلام . يمكن ان الا كثريهة الطلاب الذين يرقدون عند خصة الدراسة , هم الذين يهملون إلى مستقبل و الذين او الوطان . لا يتعرفوا ان احوال الكبير محصول من الاحول الصغير . لو كان جيل شباب الوطان يعملون كذالك (اى اهمال إلى مستقبل , و الذين والوطن) هل يمكن معمور البلاد موجود ؟ لا يمكن , لان الشباب اليوم رجال الغداء اى الأمراء في المستقبل .
في الحقيقة , ان ثقافة الرقد يستطيع ان يوعد بالاحوال . و بعضها :
1. وجود المواصلات المتنا سق بين الا ستا ذ والطلاب ليكون مقا صد الدراسة نجاحا
2. ما احسن إذ يضع الاستاذ ابداعا في الطر يقة الدراسة لدفع الملل في خصة الدوس
3. ينبغي للطلاب ان يتعرفوا ان الأشغالة الاولى لهم هم المذاكرة الدروس
4. الاخير والاهم الشئ هو غيرة التعليم من كل الطلاب لنيل العلم بكثرة ممكن .
أهمم يا صد يقي !!!
إختضع : Menundukkan
دوافع : Motivasi
قوة الا حتمال : Daya Tahan
المتماسق : Harmonis
ملا فتة الكلام : Spekulasi
يهمال : Masa Bodoh
مواصلات :Komunikasi
ابداعا :Inovasi
ملل :Jenuh
مستقبل :Masa Depan
ثقا فة :Kebudayaan
جيل :Generasi
VIRUS CINTA DALAM LAYAR KACA
Oleh : Afif Subiyanto
Media audio visual, sebut saja TV telah menjadi souvenir di abad 20 yang tak bisa dipisahkan dengan manusia. Kontribusi TV untuk menyajikan enterteiment, berita-berita aktual, maupun realita kehidupan diseantero dunia, dapat menghipnotis manusia untuk tidak sampai hati melewatkanya.
Di negara seribu satu musibah ini, kita terlalu sering dicekoki beragam acara TV yang berbau mistis, agamis sampai romantis. Dikatakan mistis karena produksi film-film horor kian marak akhir-akhir ini. Artis pocong, hantu, kuntilanak, dan kawanan dedemit lainnya, menjadi lebih populer dikalangan masyarakat daripada artis dari golongan manusia. Film yang bernuansa cinta (antara lawan jenis, lho!) malahan lebih marak lagi. Contohnya saja brownies, cinta fitri, popcorn dan masih banyak lagi. Ada juga film yang bercorak agamis, tapi tetap saja, seolah-olah belum mantap kalau tanpa adanya unsur cinta.
Mungkin sebagian besar pemirsa merasa enjoy saja menghadapi keadaan seperti ini. Hal itu disebabkan karena belum adanya kesadaran akan dampak yang secara tidak lansung akan ditimbulkan. Seperti bom waktu, setelah dampak tadi muncul dan meresahkan, barulah kita akan menyesali hal tersebut.
Nah ternyata nggak cuma komputer aja lho yang terserang virus tapi manusia atau lebih spesifiknya para remaja juga terserang virus, tapi bukan sekedar virus flu atau virus flu burung tapi virus ini bernama Virus Cinta. Para pemirsa cenderung akan mengikuti apa yang dikatakan keren oleh TV. Entah itu pacaran, gaya berkencan, cinta monyet atau gaya yang stylish, pemirsa akan bangga jika dapat mengikuti hal tersebut. Mulai dari balita, remaja hingga manula, mereka semua tidak tertutup kemungkinan terjangkit virus cinta ini.
Tengok saja realita dikanan kiri kita. Anak-anak yang baru duduk di taman kanak-kanakpun sudah tahu apa itu pacaran, kencan, cinta monyet atau memberi bunga atau coklat sebagai tanda cinta. Mereka tak segan-segan untuk mempraktekkan secara langsung apa yang ia lihat dari televisi.
Lanjut ke level remaja, virus cinta yang menggerogoti bibit-bibit bangsa ini sudah sampai pada level medium. Dalam hal keuangan misalnya. Remaja sudah berani membohongi orang tua. Mereka bilang minta uang buat membayar khoirot, beli baju olahraga (trining) sampai membayar bon koperasi. Tapi nyatanya cuma buat mengurusi anak orang lain (dalam kasus ini ceweknya.he..). Bagaimana tidak, yang cowok gunain uang tadi buat membeli coklat, kosmetik, bunga, pulsa dll., dan yang cewek gunain untuk beli celana, kaos sampai jam tangan hanya untuk diberikan kepada anak orang lain (kekasihnya). Katanya sih sebagai simbol rasa cinta, biar hubungan tetap lengket kayak permen karet. “Peduli amat ama uang ortu, Peduli apa ama ortu yang cari nafkah banting tulang, yang penting gue happy”. Itulah ucapan dari kakang-kakang dan mbakyu-mbakyu yang manfaatin uang ortu buat ngurusin anak orang lain.
Let’s get up from your sleep!!! Nggak cuma ngabisin uang ortu, virus cinta ini juga bisa bikin kamu terkena cap MADESU (Masa Depan Suram, Bo’). Bukannya menakut-nakuti, but gimana lagi coba? Kalo kita dah terlanjur dan suddenly ngelakuin hal-hal yang seharusnya gak boleh dicoba-coba terhadap anak orang lain (ML wa Akhwatuha), bisa aja kan? Bagi orang dewasa, entah yang masih punya bini, masih perjaka atau sudah duda, virus cinta ini dapat berdampak negative jika nggak cepet-cepet dilumpuhkan.
Kembali ke virus cinta remaja. Mau dijadikan apa negara dan agama kita, kalo kangmas-kangmas dan mbakyu-mbakyu yang notabene jadi bibit yang diharapkan bisa merubah lebih baik negara dan agama, malah terserang virus cinta ini.
Emang enak sekali lihat film yang deritanya tiada akhir dan mampu menguras air mata kita. Namun, kita selayaknya dapat memproteksi diri kita terhadap tayangan-tayangan tersebut. Sekedar bocoran, kalopun sobat-sobat udah terjangkit virus cinta ini, ada beberapa anti virus yang cukup ampuh. Anti virus itu adalah, lekas “Get Up!!!”. Kita masih remaja, masih minta biaya pada ortu. Padahal ortu dah capek-capek peras keringat just for us, e.... malah loe gunain tuk hepi hepi!. Anti Virus buat yang belum terjangkit Virus Cinta itu adalah SIMPATI (Simpan Dalam Hati), tunggu kalo adek-adek sama kakak-kakak dah bisa biayain diri sendiri tanpa bergantung pada orang tua. Itu saja bocorannya, jangn lupa temen-temen yang laen di beri tahu yach...!!
Makhluk Tuhan Yang Paling Sexy
Oleh : Chabieb Masroer XII IPA I
Manusia sebenaranya memang nggak punya kekuatan apa-apa dihadapan Tuhan. Tapi manusia bisa dikatakan sebagai mahluk Tuhan yang paling sexy diantara para makhluk-Nya, seperti single yang dinyanyikan Mulan Jameela yang sempet booming akhir-akhir ini.
Manusia tersusun atas zat-zat tertentu atau sel-sel pembentuk yang bergerak terus sampai nyawa hengkang dari tubuh. Manusia diberi perbekalan oleh Tuhan dengan akal dan daya intuisi untuk menikmati indahnya kehidupan di dunia. Tapi manusia juga harus mengerti bahwa hidup di dunia ini fana, tidak kekal. Maka dari itu segala tindakan manusia haruslah bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain yang membutuhkannya. Tuhan memberikan akal pada manusia agar berfikir tentang apa yang telah Tuhan beri, mulai dari alam yang sangat luas, sumber daya alam yang melimpah. Itu semua adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Terlebih manusia juga punya krenthek atau unek-unek (cita-cita). Tapi akankah kesemuanya itu akan tercapai hanya dengan membalik telapak tangan? Tanpa adanya usaha yang keras? Tentu saja tidak kan. Untuk mencapai semua cita-cita yang diharapkan, tentu manusia harus berupaya dengan berbagai macam usaha. Manusia diciptakan untuk berfikir, bukan untuk mengharapkan sesuatu yang sia-sia apalagi fatamorgana, cuma menghayal belaka.
Dengan berbagai kelebihan yang kita miliki sepatutnya kita kembangkan potensi diri selebar-lebarnya, kepakkan sayap ke seantero dunia hingga kita mampu menguasainya. Mulailah dengan berbenah diri, menatap masa depan dengan kejelasan hidup yang tepat, nggak cuma asal-asalan. Kalau tidak segera berbenah diri bersiap saja tergilas oleh waktu. Kita hidup di dunia hanya sekali, nantinya ketika kita sudah uzur, umur sudah menua, semangat mungkin masih berkobar namun ingat semakin menua tubuh kita akan mengalami penurunan kinerja, gampang terkena penyakit. Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir yang artinya Kerjakanlah urusan duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya. Dan laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok. Seperti apa yang telah diterangkan pada hadist di atas ketika kita melakukan suatu pekejaan, kita dituntut maksimal dalam menjalaninya seakan-akan kita akan hidup terus menerus di dunia, namun ketika pada waktunya kita beribadah dan beramal kita gunakan waktu sebaik-baiknya seperti kita akan dipanggil Tuhan (mati) ke esokan hari.
Yang jelas sangatlah merugi apabila kita tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, lihat saja tak terasa tahun pelajaran ini akan segera usai berganti dengan tahun ajaran yang baru, baru saja kelas XII berpesta dengan keangkeran momok ujian nasional, yang mana ujian nasional terlebih di negara kita ini, ujian nasional menjadi ajang pembuktian perjalanan kita dalam menempuh pelajaran selama kurang lebih tiga tahun pada jenjang Aliyah atau sederajat. Tak perlu kita pungkiri sebenarnya ujian nasional dengan standarnya yang semakin tinggi mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak, mengingat apabila peserta tidak dapat mencapai target yang telah ditentukan, otomatis dinyatakan tidak lulus meskipun hanya satu mapel dan harus mengulang tahun berikutnya agar dinyatakan lulus, apalagi mapel yang diujikan pada tahun ini ditambah, yang semula hanya tiga menjadi enam mapel di semua jurusan.
Untuk itulah kita sebagai makhluk Tuhan yang paling sexy hendaknya mulai berbenah diri dari sekarang, dengan kesempurnaan akal yang telah di beri Tuhan kita dituntut untuk berfikir. Marilah kita ber-muhasabah, apa yang telah kita peroleh selama ini? Sudahkan kita mempunyai bekal untuk hari esok? Prestasi apa yang sudah kita peroleh? Apa yang patut kita banggakan dengan diri kita? Wallahua’lam bishowab.[h4ck29]

First of all, makasih banyak ya udah di kasih kesempatan ngisi coment buat bulletin FIRDAUS. Gini ya, ehem..2x alhmadulillah aku udah pernah baca edisi perdana en edisi terakhir FIRDAUS, en kalau aku lihat udah makin oke kok. Kalau yang edisi awal covernya masih kalem, yang sekarang covernya jadi lebih gonjreng. Isinya juga makin variatif. Cuma kalau bisa lebih di Islamkan lagi isinya. Masak buletinnya ikhwan-akhwat cerpennya cowok-cewek yang pacaran? Kan gak nyambung ya? Itu cuma contoh aja. Aku yakin kok FIRDAUS bisa jadi lebih baik en lebih baik. Semuanya kan butuh proses ya? Ups hampir lupa, kalau bisa harganya jangan mahal-mahal ye?? Di tengah-tengah harga sembako yang kian melambung tinggi, uang jajan aku nggak naik nich!!ha…ha…
Novita, ROHIS SMAN 1 Rembang
Buletin FIRDAUS adalah suatu kebanggaan tersendiri ketika kami merintis edisi perdana di kepengurusan isru pada Periode kami, tetapi kami lebih bangga lagi jika masih di lanjutkan adik-adik. Sukses buat firdaus!
Fathur roji
Menurut aku tu… FIRDAUS untuk edisi ke 18 tahun ke IV dah bagus banget dan isinya juga, apalagi background nya tuh bagus banget dengan bentuk grafity yang bagus pula, cuman perpaduan warna yang di gunakan untuk cover belakang kurang begitu jelas.
Chemistry
Makasih yach, udah di kasih kesempatan untuk berceloteh. ISRU Putra lumayan kreatif juga. Oh ya, by the way, untuk rubrik kemarab (18th) kok hilang.. wah di kemanain tuh... kalo bisa di adain lagi rubrik itu biar isinya tambah lengkap. Oc!
Leader of Asocca
Yup tu tadi coment dari sobat-sobat kita yang berada di luar atmosfer guyangan tentang FIRDAUS, maksudnya dari sobat-sobat sekolah luar gitoo... Buat sobat-sobat yang pengen ikut nimbrung itung-itung bersilaturahmi ama sobat-sobat YPRU silahkan aja kirim comment or unek2 moe via email firdaus_dausku@yahoo.co.id or lewat distributor yang telah redaksi sebar ke penjuru tanah air.he..he..






