Catatan Si Daus

VIRUS CINTA DALAM LAYAR KACA
Oleh : Afif Subiyanto

Media audio visual, sebut saja TV telah menjadi souvenir di abad 20 yang tak bisa dipisahkan dengan manusia. Kontribusi TV untuk menyajikan enterteiment, berita-berita aktual, maupun realita kehidupan diseantero dunia, dapat menghipnotis manusia untuk tidak sampai hati melewatkanya.
Di negara seribu satu musibah ini, kita terlalu sering dicekoki beragam acara TV yang berbau mistis, agamis sampai romantis. Dikatakan mistis karena produksi film-film horor kian marak akhir-akhir ini. Artis pocong, hantu, kuntilanak, dan kawanan dedemit lainnya, menjadi lebih populer dikalangan masyarakat daripada artis dari golongan manusia. Film yang bernuansa cinta (antara lawan jenis, lho!) malahan lebih marak lagi. Contohnya saja brownies, cinta fitri, popcorn dan masih banyak lagi. Ada juga film yang bercorak agamis, tapi tetap saja, seolah-olah belum mantap kalau tanpa adanya unsur cinta.
Mungkin sebagian besar pemirsa merasa enjoy saja menghadapi keadaan seperti ini. Hal itu disebabkan karena belum adanya kesadaran akan dampak yang secara tidak lansung akan ditimbulkan. Seperti bom waktu, setelah dampak tadi muncul dan meresahkan, barulah kita akan menyesali hal tersebut.
Nah ternyata nggak cuma komputer aja lho yang terserang virus tapi manusia atau lebih spesifiknya para remaja juga terserang virus, tapi bukan sekedar virus flu atau virus flu burung tapi virus ini bernama Virus Cinta. Para pemirsa cenderung akan mengikuti apa yang dikatakan keren oleh TV. Entah itu pacaran, gaya berkencan, cinta monyet atau gaya yang stylish, pemirsa akan bangga jika dapat mengikuti hal tersebut. Mulai dari balita, remaja hingga manula, mereka semua tidak tertutup kemungkinan terjangkit virus cinta ini.
Tengok saja realita dikanan kiri kita. Anak-anak yang baru duduk di taman kanak-kanakpun sudah tahu apa itu pacaran, kencan, cinta monyet atau memberi bunga atau coklat sebagai tanda cinta. Mereka tak segan-segan untuk mempraktekkan secara langsung apa yang ia lihat dari televisi.
Lanjut ke level remaja, virus cinta yang menggerogoti bibit-bibit bangsa ini sudah sampai pada level medium. Dalam hal keuangan misalnya. Remaja sudah berani membohongi orang tua. Mereka bilang minta uang buat membayar khoirot, beli baju olahraga (trining) sampai membayar bon koperasi. Tapi nyatanya cuma buat mengurusi anak orang lain (dalam kasus ini ceweknya.he..). Bagaimana tidak, yang cowok gunain uang tadi buat membeli coklat, kosmetik, bunga, pulsa dll., dan yang cewek gunain untuk beli celana, kaos sampai jam tangan hanya untuk diberikan kepada anak orang lain (kekasihnya). Katanya sih sebagai simbol rasa cinta, biar hubungan tetap lengket kayak permen karet. “Peduli amat ama uang ortu, Peduli apa ama ortu yang cari nafkah banting tulang, yang penting gue happy”. Itulah ucapan dari kakang-kakang dan mbakyu-mbakyu yang manfaatin uang ortu buat ngurusin anak orang lain.
Let’s get up from your sleep!!! Nggak cuma ngabisin uang ortu, virus cinta ini juga bisa bikin kamu terkena cap MADESU (Masa Depan Suram, Bo’). Bukannya menakut-nakuti, but gimana lagi coba? Kalo kita dah terlanjur dan suddenly ngelakuin hal-hal yang seharusnya gak boleh dicoba-coba terhadap anak orang lain (ML wa Akhwatuha), bisa aja kan? Bagi orang dewasa, entah yang masih punya bini, masih perjaka atau sudah duda, virus cinta ini dapat berdampak negative jika nggak cepet-cepet dilumpuhkan.
Kembali ke virus cinta remaja. Mau dijadikan apa negara dan agama kita, kalo kangmas-kangmas dan mbakyu-mbakyu yang notabene jadi bibit yang diharapkan bisa merubah lebih baik negara dan agama, malah terserang virus cinta ini.
Emang enak sekali lihat film yang deritanya tiada akhir dan mampu menguras air mata kita. Namun, kita selayaknya dapat memproteksi diri kita terhadap tayangan-tayangan tersebut. Sekedar bocoran, kalopun sobat-sobat udah terjangkit virus cinta ini, ada beberapa anti virus yang cukup ampuh. Anti virus itu adalah, lekas “Get Up!!!”. Kita masih remaja, masih minta biaya pada ortu. Padahal ortu dah capek-capek peras keringat just for us, e.... malah loe gunain tuk hepi hepi!. Anti Virus buat yang belum terjangkit Virus Cinta itu adalah SIMPATI (Simpan Dalam Hati), tunggu kalo adek-adek sama kakak-kakak dah bisa biayain diri sendiri tanpa bergantung pada orang tua. Itu saja bocorannya, jangn lupa temen-temen yang laen di beri tahu yach...!!

Sepak Pojok

Makhluk Tuhan Yang Paling Sexy
Oleh : Chabieb Masroer XII IPA I

Manusia sebenaranya memang nggak punya kekuatan apa-apa dihadapan Tuhan. Tapi manusia bisa dikatakan sebagai mahluk Tuhan yang paling sexy diantara para makhluk-Nya, seperti single yang dinyanyikan Mulan Jameela yang sempet booming akhir-akhir ini.
Manusia tersusun atas zat-zat tertentu atau sel-sel pembentuk yang bergerak terus sampai nyawa hengkang dari tubuh. Manusia diberi perbekalan oleh Tuhan dengan akal dan daya intuisi untuk menikmati indahnya kehidupan di dunia. Tapi manusia juga harus mengerti bahwa hidup di dunia ini fana, tidak kekal. Maka dari itu segala tindakan manusia haruslah bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain yang membutuhkannya. Tuhan memberikan akal pada manusia agar berfikir tentang apa yang telah Tuhan beri, mulai dari alam yang sangat luas, sumber daya alam yang melimpah. Itu semua adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Terlebih manusia juga punya krenthek atau unek-unek (cita-cita). Tapi akankah kesemuanya itu akan tercapai hanya dengan membalik telapak tangan? Tanpa adanya usaha yang keras? Tentu saja tidak kan. Untuk mencapai semua cita-cita yang diharapkan, tentu manusia harus berupaya dengan berbagai macam usaha. Manusia diciptakan untuk berfikir, bukan untuk mengharapkan sesuatu yang sia-sia apalagi fatamorgana, cuma menghayal belaka.
Dengan berbagai kelebihan yang kita miliki sepatutnya kita kembangkan potensi diri selebar-lebarnya, kepakkan sayap ke seantero dunia hingga kita mampu menguasainya. Mulailah dengan berbenah diri, menatap masa depan dengan kejelasan hidup yang tepat, nggak cuma asal-asalan. Kalau tidak segera berbenah diri bersiap saja tergilas oleh waktu. Kita hidup di dunia hanya sekali, nantinya ketika kita sudah uzur, umur sudah menua, semangat mungkin masih berkobar namun ingat semakin menua tubuh kita akan mengalami penurunan kinerja, gampang terkena penyakit. Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir yang artinya Kerjakanlah urusan duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya. Dan laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok. Seperti apa yang telah diterangkan pada hadist di atas ketika kita melakukan suatu pekejaan, kita dituntut maksimal dalam menjalaninya seakan-akan kita akan hidup terus menerus di dunia, namun ketika pada waktunya kita beribadah dan beramal kita gunakan waktu sebaik-baiknya seperti kita akan dipanggil Tuhan (mati) ke esokan hari.
Yang jelas sangatlah merugi apabila kita tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, lihat saja tak terasa tahun pelajaran ini akan segera usai berganti dengan tahun ajaran yang baru, baru saja kelas XII berpesta dengan keangkeran momok ujian nasional, yang mana ujian nasional terlebih di negara kita ini, ujian nasional menjadi ajang pembuktian perjalanan kita dalam menempuh pelajaran selama kurang lebih tiga tahun pada jenjang Aliyah atau sederajat. Tak perlu kita pungkiri sebenarnya ujian nasional dengan standarnya yang semakin tinggi mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak, mengingat apabila peserta tidak dapat mencapai target yang telah ditentukan, otomatis dinyatakan tidak lulus meskipun hanya satu mapel dan harus mengulang tahun berikutnya agar dinyatakan lulus, apalagi mapel yang diujikan pada tahun ini ditambah, yang semula hanya tiga menjadi enam mapel di semua jurusan.
Untuk itulah kita sebagai makhluk Tuhan yang paling sexy hendaknya mulai berbenah diri dari sekarang, dengan kesempurnaan akal yang telah di beri Tuhan kita dituntut untuk berfikir. Marilah kita ber-muhasabah, apa yang telah kita peroleh selama ini? Sudahkan kita mempunyai bekal untuk hari esok? Prestasi apa yang sudah kita peroleh? Apa yang patut kita banggakan dengan diri kita? Wallahua’lam bishowab.[h4ck29]

Apa Kata Dunia




First of all, makasih banyak ya udah di kasih kesempatan ngisi coment buat bulletin FIRDAUS. Gini ya, ehem..2x alhmadulillah aku udah pernah baca edisi perdana en edisi terakhir FIRDAUS, en kalau aku lihat udah makin oke kok. Kalau yang edisi awal covernya masih kalem, yang sekarang covernya jadi lebih gonjreng. Isinya juga makin variatif. Cuma kalau bisa lebih di Islamkan lagi isinya. Masak buletinnya ikhwan-akhwat cerpennya cowok-cewek yang pacaran? Kan gak nyambung ya? Itu cuma contoh aja. Aku yakin kok FIRDAUS bisa jadi lebih baik en lebih baik. Semuanya kan butuh proses ya? Ups hampir lupa, kalau bisa harganya jangan mahal-mahal ye?? Di tengah-tengah harga sembako yang kian melambung tinggi, uang jajan aku nggak naik nich!!ha…ha…
Novita, ROHIS SMAN 1 Rembang

Buletin FIRDAUS adalah suatu kebanggaan tersendiri ketika kami merintis edisi perdana di kepengurusan isru pada Periode kami, tetapi kami lebih bangga lagi jika masih di lanjutkan adik-adik. Sukses buat firdaus!
Fathur roji

Menurut aku tu… FIRDAUS untuk edisi ke 18 tahun ke IV dah bagus banget dan isinya juga, apalagi background nya tuh bagus banget dengan bentuk grafity yang bagus pula, cuman perpaduan warna yang di gunakan untuk cover belakang kurang begitu jelas.
Chemistry

Makasih yach, udah di kasih kesempatan untuk berceloteh. ISRU Putra lumayan kreatif juga. Oh ya, by the way, untuk rubrik kemarab (18th) kok hilang.. wah di kemanain tuh... kalo bisa di adain lagi rubrik itu biar isinya tambah lengkap. Oc!
Leader of Asocca


Yup tu tadi coment dari sobat-sobat kita yang berada di luar atmosfer guyangan tentang FIRDAUS, maksudnya dari sobat-sobat sekolah luar gitoo... Buat sobat-sobat yang pengen ikut nimbrung itung-itung bersilaturahmi ama sobat-sobat YPRU silahkan aja kirim comment or unek2 moe via email firdaus_dausku@yahoo.co.id or lewat distributor yang telah redaksi sebar ke penjuru tanah air.he..he..

Buku Tamu

silahkan tinggalkan pesan anda jangan lupa sertakan kata "UNTUK DAUS" pada akhir pesan anda. by : ahma antah berantah

Nama
Email
Subject
Pesan
Image Verification
Please enter the text from the image
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

Copyright © 2008 - Buletin FIRDAUS YPRU - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template